SMK Merah Putih Kab. Bekasi Merawat Semangat Kemerdekaan Lewat Gotong Royong dan Kebersamaan

ChatGPT Image 18 Agu 2026 18.51.59 1

Dari Lapangan Sekolah, Nilai Pancasila Dihidupkan dalam Sportivitas, Persaudaraan, dan Pendidikan Karakter

ChatGPT Image 18 Agu 2026 08.46.32

BEKASI — Semangat memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia terasa di SMK Merah Putih Kabupaten Bekasi, Kampung Pacing, Desa Waringin Jaya, Kecamatan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Selasa (18/8/2026).

Siswa, guru, serta staf sekolah mengikuti berbagai perlombaan yang dikemas sebagai ruang kebersamaan sekaligus refleksi atas makna kemerdekaan.

Kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan setelah rangkaian peringatan kemerdekaan. Di tengah kehidupan sekolah yang sehari-hari dipenuhi kegiatan akademik, perlombaan menjadi momentum mempertemukan siswa dari berbagai jenjang dengan para guru dan pegawai dalam suasana yang lebih cair.

 

WhatsApp Image 2026 08 18 at 18.28.30

Guru SMK Merah Putih, Sultan Firman Sativa, S.Pd., mengatakan kegiatan semacam itu merupakan agenda rutin yang dilakukan keluarga besar sekolah untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan Indonesia.

“Ini menjadi momentum kebersamaan seluruh staf dan warga sekolah dalam memeriahkan kemerdekaan. Selain hiburan, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan kebersamaan,” ujar Sultan.

Ketua OSIS SMK Merah Putih, Supadiansyah, mengatakan perlombaan melibatkan siswa-siswi sekaligus staf dan pekerja sekolah. Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain senam bersama, pertandingan Mobile Legends sebagai cabang e-sport, estafet balon, estafet terigu, serta berbagai permainan estafet lainnya.

Keterlibatan lintas unsur sekolah menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Siswa kelas 10, 11, dan 12 dapat berinteraksi dalam satu rangkaian kegiatan tanpa sekat jenjang kelas yang biasanya terbentuk dalam rutinitas pembelajaran.

Sementara itu, Dzaky Nursyafiq, S.Pd., yang bertugas mengatur pelaksanaan kegiatan, menekankan pentingnya sinergi antara siswa dan dewan guru.

 

WhatsApp Image 2026 08 18 at 18.32.23

Menurutnya, kebersamaan tersebut merupakan bentuk sederhana dari nilai gotong royong yang menjadi salah satu fondasi kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Baca Juga  Kampung Adat Ciptamulya Dilalap Api, Puluhan Rumah dan Leuit Musnah

Kemerdekaan Tak Berhenti pada Seremoni

Peringatan kemerdekaan di lingkungan pendidikan semestinya tidak berhenti pada pemasangan atribut merah putih, upacara, ataupun perlombaan tahunan. Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana nilai kemerdekaan diterjemahkan menjadi karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Gotong royong, disiplin, tanggung jawab, sportivitas, dan kemampuan bekerja sama merupakan nilai yang tidak cukup diajarkan melalui teori. Nilai tersebut justru diuji melalui pengalaman nyata, termasuk ketika siswa harus bekerja dalam kelompok, menerima kemenangan dan kekalahan, serta menghargai peserta lain.

 

WhatsApp Image 2026 08 18 at 18.32.24

Semangat tersebut juga sejalan dengan gagasan pendidikan karakter yang berkembang di Jawa Barat, termasuk konsep Pancawaluya, yang menekankan pembentukan generasi muda berkarakter, disiplin, tangguh, dan berintegritas.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, pendidikan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Sekolah tidak hanya dituntut menghasilkan siswa yang mampu menjawab soal ujian, tetapi juga generasi yang mampu bekerja sama, beradaptasi, memiliki tanggung jawab sosial, serta memahami akar budaya dan nilai kebangsaan.

SMK Merah Putih Kab. Bekasi menempatkan kegiatan peringatan kemerdekaan tersebut sebagai salah satu bagian dari upaya membangun karakter siswa sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia yang semakin kompetitif.

Pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya perkara mengenang tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan juga menyangkut bagaimana generasi setelahnya mengisi ruang yang telah diwariskan para pendahulu.

Dari lingkungan sekolah, melalui permainan sederhana dan sorak-sorai para siswa, pesan itu kembali diingatkan: gotong royong bukan sekadar slogan dalam buku pelajaran, melainkan nilai yang harus dipraktikkan.

Bagi SMK Merah Putih Kab. Bekasi, perayaan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk menghidupkan kembali nilai tersebut—bahwa pendidikan karakter tidak selalu lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari kebersamaan, sportivitas, dan pengalaman hidup bersama.

Baca Juga  Child Grooming di Tasikmalaya: Saat Nurani Publik Harus Meledak dan Cancel Culture Menjadi Bentuk Perlindungan

 

Posted by Sultan Firman s

Pemerhati sejarah lokal priangan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *