Tasikmalaya Undercover | Sukabumi
SUKABUMI — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman tradisional Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan puluhan rumah adat beserta lumbung padi yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) yang berada di dekat Rumah Gede. Api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan-bangunan di sekitarnya.
Sedikitnya 51 hingga 70 rumah adat, termasuk Imah Gede milik Ketua Adat, dilaporkan terbakar. Selain itu, 49 leuit atau lumbung padi yang menyimpan hasil panen masyarakat turut hangus dilalap api.
Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, sekitar 70 kepala keluarga atau kurang lebih 420 jiwa harus meninggalkan rumah mereka dan sementara mengungsi di kediaman kerabat maupun lokasi yang telah disiapkan pemerintah.
Kerugian material diperkirakan mencapai Rp2,5 miliar, mencakup bangunan, harta benda, hingga puluhan ton cadangan padi yang selama ini menjadi penyangga ketahanan pangan masyarakat adat.
Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, api dengan cepat merambat karena sebagian besar bangunan merupakan rumah panggung berbahan kayu dan bilik bambu, dengan atap ijuk yang mudah terbakar. Kondisi rumah yang berdiri berdekatan serta embusan angin kencang saat kejadian turut mempercepat penyebaran api.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana selama tujuh hari, terhitung sejak 25 hingga 31 Juli 2026. Posko darurat telah didirikan di kawasan Kasepuhan Ciptamulya untuk mendukung penanganan para penyintas.
Di tengah situasi tersebut, warga bersama petugas masih bergotong royong menyelamatkan sisa-sisa hasil panen padi yang berhasil diselamatkan dari leuit yang tidak terdampak langsung.
Kebakaran ini menjadi kehilangan besar, bukan hanya dari sisi material, tetapi juga bagi warisan budaya masyarakat adat yang telah dipertahankan secara turun-temurun. Proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu panjang dan memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar kehidupan masyarakat Kasepuhan Ciptamulya dapat kembali pulih.
Pemerhati sejarah lokal priangan

No comments yet