Tasikmalaya — Duka kembali menyelimuti Kabupaten Tasikmalaya. Seorang pelajar SMP meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan pasir di kawasan Sukaratu. Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan yang selama ini terus bergema namun belum memperoleh jawaban yang memuaskan: mengapa anak-anak masih harus menjadi korban di jalan yang semestinya aman bagi mereka?
Belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan. Namun bagi masyarakat, ucapan duka saja tidak cukup. Setiap kecelakaan yang merenggut nyawa semestinya menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan lalu lintas, terutama di kawasan sekolah.
Jika kendaraan berat masih melintas pada jam-jam rawan aktivitas pelajar, jika pengawasan dianggap belum efektif, dan jika jalur menuju sekolah belum memberikan rasa aman, maka ruang publik berhak menuntut penjelasan serta langkah nyata dari para pemangku kebijakan.
Bukan Sekadar Musibah
Kecelakaan memang dapat dipicu oleh banyak faktor dan penyebab pastinya harus ditentukan melalui penyelidikan aparat yang berwenang. Namun ketika tragedi serupa terus berulang, masyarakat wajar mempertanyakan apakah sistem pencegahan telah berjalan sebagaimana mestinya.
Keselamatan bukan hanya soal rambu lalu lintas. Ia menyangkut pengawasan, penegakan aturan, tata kelola angkutan berat, serta keberpihakan pemerintah terhadap keselamatan warga, khususnya anak-anak yang setiap hari berangkat menuntut ilmu.
Nyawa manusia tidak dapat digantikan oleh seremoni, spanduk belasungkawa, maupun janji yang berhenti di podium.
Yang Dituntut Masyarakat
Masyarakat berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait mengambil langkah nyata, di antaranya:
- Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan lalu lintas di sekitar sekolah.
- Memastikan aturan mengenai operasional kendaraan berat dijalankan secara konsisten.
- Meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran.
- Menyampaikan hasil penyelidikan secara terbuka kepada publik sesuai ketentuan hukum.
- Menyusun langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.
Editorial: Keselamatan Anak Adalah Ukuran Keberhasilan Negara
Negara tidak hanya diukur dari jalan yang dibangun, tetapi juga dari seberapa aman jalan itu bagi rakyatnya.
Sekolah seharusnya menjadi tempat anak-anak mengejar cita-cita, bukan lokasi yang dibayangi rasa takut akibat lalu lintas kendaraan berat.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan keselamatan warga. Pemerintah, aparat, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab untuk memastikan ruang publik aman bagi masyarakat.
Belasungkawa harus diikuti dengan evaluasi, perbaikan kebijakan, dan tindakan nyata. Sebab setiap nyawa yang hilang adalah kehilangan yang tidak dapat digantikan.
Jangan menunggu korban berikutnya untuk bertindak. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas, bukan sekadar slogan.
Pemerhati sejarah lokal priangan

No comments yet