Nahkoda Baru PGM Jabar: Asep Rizal Asy’ari Usung Konsolidasi hingga Transformasi Digita

images 69
  • Bogor, 16 April 2026 — Asep Rizal Asy’ari resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Wilayah (PW) Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Jawa Barat periode 2026–2031. Ia ditetapkan dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) V yang digelar di Bogor pada 15 April 2026, melalui mekanisme aklamasi.
  • Figur yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PGM Indonesia ini dikenal aktif mengadvokasi isu-isu pendidikan madrasah, terutama terkait kesejahteraan guru dan peningkatan kualitas pembelajaran.
  • Konsolidasi Awal dan Penataan Organisasi
  • Pasca-terpilih, Asep menyatakan fokus awal kepemimpinannya akan diarahkan pada konsolidasi internal organisasi. Agenda ini mencakup penyusunan struktur kepengurusan PW PGM Jawa Barat periode terbaru serta penguatan koordinasi dengan pengurus daerah di 26 kabupaten/kota.
  • “Organisasi harus solid terlebih dahulu sebelum berbicara lebih jauh soal program,” ujarnya dalam keterangan yang dihimpun dari forum Musywil.
  • Selain itu, langkah digitalisasi organisasi menjadi salah satu prioritas jangka pendek. Sistem administrasi dan pendataan guru madrasah berbasis digital dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi serta akurasi data, yang selama ini kerap menjadi kendala dalam advokasi kebijakan.
  • Dorong Sinergi dengan Pemerintah
  • Di tingkat eksternal, Asep menargetkan penguatan kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Sinergi ini diarahkan untuk mendukung visinya menjadikan Jawa Barat sebagai “Provinsi Madrasah”.
  • Konsep tersebut merujuk pada upaya menjadikan madrasah sebagai pusat unggulan pendidikan berbasis keislaman yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
  • Fokus pada Kesejahteraan Guru
  • Isu kesejahteraan guru madrasah tetap menjadi agenda utama. PGM Jawa Barat di bawah kepemimpinan Asep berencana memperjuangkan kepastian status kepegawaian, termasuk persoalan guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta peningkatan tunjangan.
  • Advokasi akan ditempuh melalui jalur audiensi kebijakan dan komunikasi dengan pemangku kepentingan terkait.
  • Penguatan Kapasitas dan Prestasi
  • Selain aspek kesejahteraan, peningkatan kapasitas guru dan prestasi siswa juga menjadi fokus. Program pelatihan berbasis teknologi dirancang untuk mendorong pemerataan kompetensi tenaga pendidik, seiring dengan tuntutan digitalisasi pendidikan.
  • Di sisi lain, pengembangan madrasah unggulan akan diarahkan pada berbagai bidang, mulai dari akademik, olahraga, hingga keagamaan seperti tahfidz Al-Qur’an dan kemampuan membaca kitab kuning.
  • PGM Jawa Barat juga akan mengawal penyelenggaraan AKSIOMA (Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah) Jawa Barat 2026 sebagai ruang aktualisasi bagi siswa.
  • Tantangan Implementasi
  • Meski agenda yang diusung tergolong komprehensif, tantangan implementasi tidak ringan. Persoalan klasik seperti disparitas kualitas madrasah, keterbatasan anggaran, serta kompleksitas birokrasi menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi.
  • Keberhasilan kepemimpinan Asep Rizal Asy’ari akan sangat ditentukan oleh sejauh mana konsolidasi internal mampu diterjemahkan menjadi kerja-kerja konkret di lapangan—bukan sekadar pernyataan normatif di tingkat organisasi.
  • Dengan masa jabatan lima tahun ke depan, publik pendidikan di Jawa Barat akan menanti apakah visi “Provinsi Madrasah” dapat bergerak dari slogan menjadi realitasChatGPT Image 16 Apr 2026 16.39.58

Posted by Sultan Firman s

Pemerhati sejarah lokal priangan

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *